When There's Only 1 Day Left

Tomorrow will be the last day in 2010.
Fiiiuuuhhh…. Is there anyone who can stop the time??
I just feel that the time is running so fast.
Rasanya baru kemarin aku memasuki bulan Januari 2010 dan merasa akan melalui 1 tahun yang begitu lama hingga akhir 2010. Tapi nyatanya sekarang aku berada di akhir tahun 2010 dan aku merasa waktu berlalu dengan begitu cepat.

2010
12 bulan sudah kulalui. Mencoba membawa pikiran ini melalui hari demi hari di 2010.

Tahun ini kumulai dengan menghitung hari kontrak kerjaku di PT Bank P*n*n. Dengan statusku sebagai karyawan kontrak, aku sempat merasa terkucil. Aku tahu tak ada satu pun yang merendahkan aku sebagai karyawan kontrak tapi dengan adanya stempel seperti itu, ada yang berbeda antara aku dan yang lainnya. Tapi aku berusaha tak ambil pusing. Aku berusaha semampuku, mengerjakan apa yang aku bisa. Aku belajar... Aku menikmati hari-hariku di sana. Tak setiap hari kulalui dengan sukacita. Toh ada kalanya aku jenuh dan ingin segera keluar dari kantor itu. Tapi karena aku telah menandatangani surat kontrak, aku menghormati keputusanku sendiri dan juga menghormati perusahaan itu. Kalau aku ingin membatalkan kontrak di tengah jalan, sebenarnya aku bisa. Tapi tak kulakukan karena aku menghargai komitmen.
Akhir tahun kututup dengan sebuah ujian tentang kesabaran dan profesionalisme. Aku juga seakan diuji untuk tetap bersyukur atas apa pun yang aku alami. Menyesal pernah bekerja di situ? Sangat... Tapi aku tahu bahwa aku selalu berusaha menghapus kata itu dari kamus hidupku. Aku belajar bahwa tak ada yang perlu disesali. Segera kuhapus semua rasa tak enak itu. Kuganti dengan rasa syukur kepadaNya yang telah mengizinkan aku mengalami semua ini. Aku yakin ada maksud baik dari semua yang aku alami di perusahaan itu.

Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk kesempatan yang Kau berikan kepadaku sehingga aku mampu menjalani kontrak kerjaku selama 1 tahun.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk kesempatan yang Kau berikan kepadaku sehingga aku mampu mengenal banyak teman di perusahaan itu.
Aku bersyukur, Tuhan
Untuk rencanaMu sehingga aku tak lagi bekerja di perusahaan itu.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk libur panjang di akhir tahun ini...
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk setiap rencanaMu di dalam hidupku.

Di tahun ini juga aku merasakan indahnya sebuah keluarga yang Tuhan berikan kepadaku. Papi mamiku merayakan Silver Wedding Anniversary pada tanggal 6 Oktober 2010. Cinta yang tumbuh di antara mereka mengajarkan aku tentang kesetiaan, kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, dan banyak hal baik. Mereka telah berhasil memberikan pelajaran terbaik tentang cinta, keluarga, dan kehidupan.

Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk orang tua yang Kau berikan padaku.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk keluarga yang Kau berikan padaku.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk cintaMu yang tak berkesudahan melalui keluarga ini.

Dua tahun menjalani hubungan cinta, membuatku makin bersyukur karena menemukan Larry. Aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi seandainya dua tahun lalu aku tak bertemu dirinya. Setelah 2 tahun yang aku lalui, aku semakin bersyukur karena dia boleh hadir dalam hatiku.

Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk seorang Larry yang Kau tempatkan di hatiku.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk cintaMu yang indah melalui Larry.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk penyertaanMu bagi aku dan dia.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk segala hal yang boleh kami alami berdua.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk senyum dan airmata yang selalu ada dalam perjalanan cinta kami.
Aku bersyukur, Tuhan...
Untuk cinta ini.

Hari-hari yang kulalui di 2010 ini menyadarkan aku akan kebaikan Tuhan yang tak pernah berhenti mengalir dalam hidupku. Aku sadar bahwa terkadang ada badai dan kerikil-kerikil yang harus aku lalui. Tapi aku yakin bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan aku sendiri. Dia selalu ada bersamaku.
Meninggalkan tahun 2010 ini ada rasa tak rela dalam hatiku. Banyak kenangan yang aku alami di tahun ini. Ada rasa tak siap untuk melangkah memasuki hari-hari baru. Ada banyak kekhawatiran yang tersempil dalam hatiku untuk hari-hari ke depan. Besok malam saat terompet kutiup, artinya aku akan memasukkan semua kenangan 2010 ke dalam lemari kenanganku dan mengizinkan banyak hal lebih baik di 2011 masuk ke dalam hidupku.

Aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari,
tapi satu yakinku Engkau ada bersamaku.
Aku tak akan pernah tahu apakah rencanaku esok hari akan berjalan mulus,
tapi satu yakinku rencana terbaikMu yang akan aku alami.

Terima kasih, Tuhan untuk penyertaanMu di tahun 2010 ini.
Terima kasih, Tuhan untuk kebaikanMu di tahun 2010 ini.
Aku siap untuk merangkai hari di tahun 2011, tentunya bersama Engkau.
Aku siap untuk merangkai harap di tahun 2011, tentunya bersama tuntunanMu.

HAPPY NEW YEAR 2011!! :)

Once Again, Fall in Love with Bandung

KAWAH PUTIH!!!!
Aku selalu jatuh cinta pada tempat itu… So beautiful...
Pertama kali aku ke Kawah Putih pada tahun 2007, tepat di hari ulang tahun ke 21. Saat itu aku sempat merasa jenuh karena perjalanan yang amat panjang... Jaauuuhhhh...
Tapi semua terbayarkan saat mataku menemukan pemandangan yang begitu indah...
Dan Natal tahun ini, aku berkesempatan untuk pergi ke Kawah Putih lagi. Kali ini bersama keluargaku dan juga Larry...
Aku terbangun pukul 8 pagi di hari Natal. Masih sangat ngantuk.. Hooaaammm.. Jelas saja karena aku baru tidur pukul 2 pagi... (terlalu menikmati malam Natal.. hehehe..)

Pagi pertama di Bandung.
Pagi-pagi (upss... sudah siang sebenarnya.. hehehe..) iiku menggedor kamarku. Aku tidur bersama sepupu-sepupu kecilku yang ternyata kuat melek hingga tengah malam... ckckck... anak zaman sekarang.. hehehe...
Aku pun bergegas bersiap mandi dan mamiku berkata kalau kami akan ke Kawah Putih!!!
Horaaaayyy!!!!
Senangnyaaa... hehehe...
Kami keluar dari hotel sekitar pukul 9 pagi dan langsung menuju tempat sarapan: Bakmi Naripan... Must-eat-noodle in Bandung...

Setelah itu kami langsung menuju Ciwidey, Bandung Selatan. Perjalanan kami sekitar 1,5 jam karena macet.. huh...
Tiba di kawasan Kawah Putih, kami memarkir kendaraan lalu mencarter angkot untuk naik ke Kawah Putih.. Orang Jakarta yang kampungan... hehehe... Kami yang berjumlah 15 orang menaiki 1 angkot... Maklum di Jakarta tak ada mobil yang seperti itu. Malah di Jakarta kami tak akan pernah naik angkot bersama sekeluarga.. hehehe...
Melewati hutan belantara, kami semua menikmati udara sejuk pegunungan... Wuuiihhh... Yang seperti ini tak akan pernah kutemui di Ibukota...

Naik angkot di Kawah Putih...
Tiba di Kawah Putih, yang kami lakukan pastinya: BERFOTO RIA... hehehe...
Jiwa narsis kami semua terpancar. Rasanya tak ingin berhenti mengabadikan kebersamaan kami di Kawah Putih. Dan rasanya ingin berlama-lama di tempat yang membuat kami takjub itu...

One of my favorite photo shot... :)

Narsis dulu ahh... hehehe...
 
Just the two of us...
Sekitar 40 menit kami berada di Kawah Putih... Kami pun kembali pulang ke Bandung. Di tengah perjalanan, kami berhenti di Restoran Sindang Reret.. It’s my recommended restaurant... Ueennaakk loohhh... hehehe...
Karena ingin lebih merasakan suasana Sunda, kami memilih tempat lesehan tanpa meja. Namanya Saung Sawah... Kami semua persis seperti petani yang kelelahan sehabis nyangkul sawah... (kelaperan banget.. hehehe....) Yang seperti ini juga tak akan kutemui di Jakarta... (ternyata tak semua bisa disediakan oleh Ibukota.. ;P)
Para Petani yang abis nyangkul... hehehe...
 Perut kenyang... hati senang....
Kami pun kembali ke Novotel untuk mandi dan beristirahat...
Love you, Bandung... J

Peace on My Heart

Suasana menyambut Natal tak terlalu terasa, padahal biasanya aku selalu excited memasuki bulan Desember. Rasanya…. biasa saja…. Aku tak terlalu bersemangat mencari kado untuk Larry, padahal tahun-tahun sebelumnya aku telah mempersiapkan kado Natal untuknya jauh sebelum bulan Desember. Bahkan Minggu Adven terakhir, aku tak pergi ke gereja.. huhuhu…
Aku juga sempat merasa, “This December is not mine.” Banyak kejadian buruk yang aku alami sejak awal Desember. Mungkin itu yang membuatku ‘biasa ajah’ menyambut Natal ini. Aku makin tak mendapati suasana syahdu Natal saat mengetahui aku tak bisa merayakan Natal bersama Larry… huuuaaaaa…. Aku akan merayakan Natal di Bandung bersama keluargaku. Jadi aku akan jauh dari Larry… hiks… Rasanya tak ingin pergi ke Bandung. Meskipun keluargaku lengkap bersamaku, tapi tanpa Larry di sampingku, tetap seperti ada yang hilang.
Mendekati Natal, aku berusaha membangkitkan aura Natal dalam diriku. Aku berusaha menerima kenyataan kalau aku harus merayakan Natal tanpa Larry.. (agak lebai y.. hahaha...)
H-1 ada hal yang membuat beberapa saudaraku tak dapat ikut ke Bandung. Itu artinya Larry bisa ikut!! Yiipppiieeee.... J Hari H baru kudapati kepastian Larryku itu akan ikut serta bersama keluargaku ke Bandung.

24 Desember 2010, sore hari... Aku sekeluarga plus Larry berangkat ke Bandung. Aku dan 2 keluarga iiku memang berencana melewati malam Natal di Bandung, di Gereja St. Petrus, Katedral. Perjalanan Jakarta-Bandung kami lalui dengan lancar, meskipun sempat diguyur hujan lebat.
Hatiku riang, hatiku senang....
Pukul 20.00 kami tiba di Gereja Katedral, Bandung.
Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di gereja ini. Bangunan tua itu mungkin tak semegah Katedral Jakarta. Tapi saat memasuki gerbangnya, aku rasakan suasana yang syahdu.
Saat tiba di gereja tersebut, ratusan umat Katolik sudah memadati bangku-bangku gereja. Sempat merasa aneh.
Maklum sudah cukup lama aku tidak mengikuti misa besar di gereja. Sejak tahun 2005 aku memang selalu mengikuti Misa Natal dan Paskah di sport hall Unika Atma Jaya. Mengikuti misa di Atma Jaya, tak perlu datang 1 jam di muka agar kebagian tempat duduk. Bahkan aku lebih sering jadi panitia misa-misa besar tersebut. Jadi selama itu pula aku tak pernah kebingungan mencari tempat duduk... hehehe...
Ini pertama kalinya aku mengikuti misa di Bandung.
Ini pertama kalinya aku mengikuti misa Natal di Katedral, Bandung.

Pukul 9 teng, misa dimulai.
Ini pertama kalinya aku mengikuti Misa Malam Natal pukul 9 malam.
Ini pertama kalinya aku merasakan khusyuknya misa di tengah malam.

Ada sesuatu yang berbeda yang aku rasakan. Dengan tata cara Keuskupan Agung Bandung, banyak hal yang tak pernah aku alami saat Misa Malam Natal di Jakarta.
Awalnya sempat merasa bosan, karena melihat buku misa yang tebalnya bisa membuat kita langsung tertidur.. hehehe... Aku pun melihat sepupu-sepupu kecilku telah berubah menjadi muka bantal... Misa Malam Natal kali ini memang lebih lama dari yang biasa kuikuti.
Tapi aku berusaha menghilangkan rasa bosanku. Aku tahu ini saat yang spesial, saat di mana aku membuka hatiku untuk menerima kehadiran Yesus.
Saat ini juga begitu spesial karena aku merayakan malam Natal jauh dari hingar bingar kota Jakarta yang selama ini berhasil membuatku jenuh. Spesial juga karena aku dikelilingi oleh orang-orang terkasih.
Bila aku sempat berkata, ”This December is not mine,” aku salah. Everyone has a Special December, and so do I... J Dia mengizinkan banyak perkara terjadi di bulan Desember ini agar aku mampu melihat kebaikan Tuhan yang senantiasa hadir dalam hidupku.
Menjelang pulul 23.30, misa selesai. Diiringi lagu ’We Wish You a Merry Christmas’, aku berbagi kasih Natal pada orang tuaku, adikku, Larry, dan saudara-saudaraku. Memang di misa Natal kali ini aku tak bersama teman-temanku seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi kehadiran saudara-saudaraku merupakan berkat yang begitu melimpah. Thank you, Lord for this beautiful Christmas.
Keluar dari gereja, perut kami menjerit-jerit. Yup… Selama misa tadi kami tak hanya berjuang melawan rasa kantuk, tapi berjuang menenangkan perut kami yang berteriak-teriak minta nasi.. hehehe… Hampir tengah malam, suasana Bandung telah lengang. Sulit menemui restoran yang masih buka di malam hari ini. Setelah berputar-putar, akhirnya kami berhenti di KFC. Daripada pingsan, nasi plus ayam sudah lebih dari cukup… hehehe…
Setelah cukup kenyang, kami menuju Novotel dan siap bermimpi indah.
Tak ada makan malam mewah, tak ada kado-kado mahal.
Hadirnya Yesus merupakan hadiah terindah.
Hadirnya keluarga dan Larry merupakan kado yang aku impikan.

Merry Christmas, everyone… Peace on earth… Peace on our heart…
Merry Christmas 2010

To all my lovely family
To all my dear friends
To my loveliest one

So thankful for God put all of you in my life
May God’s love always surround you

Our Cupcakes

Bikin cupcakes sendiri???
Waduuhhh… Ga kebayang deh…
Sering liat sih di mall-mall, cupcake yang lucu-lucu dan menggemaskan itu. Tapi klo disuru buat sendiri kayaknya ga mampu deh. Pasti bakal ribet banget tuh bikinnya.

Tapi akhirnya aku ngerasain loh bikin cupcake! Hehehe…
Ya ga sepenuhnya bikin sendiri sih…
Lebih tepatnya aku yang menghias topping atasnya itu… Ternyata menghiasnya mudah dan menyenangkan.
Mudah karena tinggal tempel-tempel aja tuh..
Menyenangkan karena aku menghiasnya bersama Larry… hehehehe… ;P
Tanggal 23 Desember keluargaku punya hajat yang lumayan besar. (cerita lengkapnya bisa dibaca di
post sebelumnya)
Pagi, sekitar pukul 10, kedua iiku datang ke rumah membawa bejibun peralatan cupcake. Awalnya aku hanya disuruh melipat kotak cupcake yang lucu-lucu banget. Lalu disuru merapikan susunan cupcake yang jumlahnya hampir 300 itu. Akhirnya aku kebagian untuk menghias topping cupcake, bersama Larry. Toppingnya beraneka macam. Ada bunga, daun, sepatu, tas, pengantin. Uuuu… Menggemaskan deh…
Ini momen yang langka. Jarang aku bisa nyemplung ke dapur bersama si gembul.. hehehe…
Tanganku belepotan, berminyak. Tapi seru banget dan menyenangkan.
Umm… Sepertinya ide bagus tuh masak bersama koki gembul… hehehe…

*gambar di atas hanya ilustrasi... nanti akan kumasukkan cupcakes buatan kami.. :)

Behind The Party

Aku seperti disuruh kawin mendadak!
Seperti diminta untuk mempersiapkan pernikahan hanya dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan…
Hadeehhh… Kalau itu benar-benar terjadi padaku, aku langsung angkat tangan. Aku tak mampu mempersiapkan pernikahan hanya dalam waktu sesingkat itu..
Tapi untungnya ini bukan pernikahan dan juga BUKAN pernikahanku.. (catat yah! hehehe…)
Aku hanya diminta kedua orang tuaku untuk mempersiapkan acara 25 tahun perkawinan mereka. Bila di post sebelumnya aku telah menceritakan tentang detil hari H, maka ini post tentang persiapan. Kalau bahasa kerennya, ‘Behind The Scene’… ;)
Selama persiapan, aku merasakan banyak bantuan yang datang dan aku percaya Tuhan yang telah menyiapkan semuanya. Thanks to You, Lord

Pertama kali yang aku lakukan adalah book tempat. Kami memilih sebuah hall di sebuah restoran di kawasan Kelapa Gading. Pertimbangannya hall tersebut bagus dan cukup luas untuk menampung jumlah tamu undangan. Selain itu Kelapa Gading masih terhitung dekat dari rumahku.

Selanjutnya adalah cetak undangan. Aku mendatangi Pasar Tebet yang ternyata terdapat banyaaaaakkk sekali tukang cetak undangan. Pertama kali masuk ke pasar itu, aku sempat berhenti (dan sepertinya memasang wajah bingung…) karena begitu banyak toko percetakan. Aku bingung harus memilih yang mana. Setelah berputar-putar, aku memilih sebuah toko dan kemudian menyodorkan desain yang telah kudapat dari mr. Google.. hehehe… Jadilah selembar undangan sederhana nan cantik.. J

Memilih menu makanan pun tak kalah ribetnya. Aku datang untuk kedua kali nya ke restoran tersebut dan menentukan menu makanan. Aku juga harus menyewa sound system, meminta mereka menyiapkan meja altar, big screen, meja, dan bangku.

Tanda terima kasih. Aku harus bolak-balik ke Mangga Dua, yang jauhnya amat terlalu dari rumahku. Aku juga harus emosi saat berulang kali mereka tak mengerti apa yang aku inginkan. Dan juga aku sedikit kecewa saat mengetahui barang yang jadi tak sesuai keinginanku.. huhuhu…

Ribet belum usai.. hehehe… (Bahkan sampai hari H pun banyak printilan yang harus diurus… fiuuhh….)
Aku harus memilih romo, worship leader, singer, keyboardist, photographer, master of ceremony, pembuat video kenangan. Adikku bertugas mencari romo dan mengurus semua keperluan liturgy… Huh… Curangnya dia! Dia hanya mengurus secuil persiapan… Selebihnya aku yang urus. Tapi tak apa, bekal untuk nanti aku menikah.. hehehe…

Pencarian orang-orang pun dimulai. Aku ingin mendayagunakan orang-orang yang aku kenal. That’s what friends are for… hahaha…

Pertama kali aku mencari photographer. Bukan karena aku narsis loh. Tapi memang bagiku foto penting bagiku karena foto menyimpan banyak moment.. ;) Setelah menimbang-nimbang, pilihan jatuh kepada temannya Larry: Bram Kusumanto&Friend. (nanti akan kumasukkan hasil jepretan mereka.. hehe…)

Worship leader dan Singer
Kuminta pacarku yang gembul untuk memimpin lagu-lagu misa. Kupikir toh dia sudah sering menjadi WL di persekutuan doa. Jadi aku yakin dia tak akan kesulitan memimpin lagu-lagu misa. Kuminta dia mengajak temannya: Peter, yang bersuara emas, untuk ikut bernyanyi. Hasilnya? Memuaskan! Peter membuat suasana begitu hidup oleh suara mantapnya.. Thanks ya, Peter…

Keyboardist
Wuiihhh… Sempat dibuat senewen karena si keyboardist ini. Orang yang telah diminta oleh Larry jauh-jauh hari, H-3 tiba-tiba menyatakan tidak bisa hadir saat hari H. Doeenkkk…. Ampun deh… Langsung cari sana sini. Tapi tak perlu mencari terlalu lama. Kami menemukan Tania… Horaayy!! Thanks ya, Tania… You help us!

Master of Ceremony
Cari sana-sini, aku sempat kebingungan harus meminta tolong pada siapa. Teman-temanku lebih banyak yang jadi penyanyi dan pemain music. Syukurlah aku menemukan Matthew, yang dengan suara empuknya mampu membawa suasana menjadi meriah. Thanks a lot, Math

Video Maker
Kuminta secara khusus Ferdi, teman SMAku, yang memang berkecimpung di dunia film. Beberapa kali aku dan dia bertemu untuk mendiskusikan video yang aku inginkan, juga untuk menyerahkan foto-foto yang akan dimasukkan ke dalam video. Hasilnya memuaskan! Thanks, Fer…

Last but not least…
Larry
Dia yang membantuku dari awal mengurus ini dan itu. Apa pun aku konsultasikan pada dia. Ya bisa dibilang dia pembantu umum… hehehehe… Bahkan sampai hari H, dia datang dari pagi ke rumahku dan pulang hampir tengah malam.
Makasih ya, Larryku…

Siapa lagi yaa?? Umm… Yang pasti banyak yang membantu kami sekeluarga dalam mempersiapkan acara ini. Acara tak akan berjalan dengan lancar tanpa kalian.

Oya…
Peminjaman barang-barang… hahahaha…
Demi menghemat, aku memilih untuk mendayagunakan barang milik PD Atma dan PD Efesus… Thanks a lot yaaa…
Keyboard, milik PD Hieronimus, Atma Jaya…
Thanks to Tono and Ria…
Projector, milik PD Efesus, MKK
Thanks to Asung, as a leader…

Banyak pihak yang terlupakan, tapi sangat membantu acara papi mamiku. Terima kasih semuanya.
This is one of the most unforgettable moment in my life..
Thank you for sharing this moment with us

*kayaknya gue uda bisa nih klo disuru nyiapin kawinan sendiri… hahahahaha….

**Special THANKS to:
Romo Vincentius Adi Prasojo, Pr.
Yovin, Dete, Vivi, Jesslyn, Nita
Larry, Peter, Tania, Matthew, Bram, Ferdi, Tono, Ria
and all of my big family…

Celebration of Silver Wedding Anniversary

24 Desember 2010, aku terbangun pukul 10.00…
Wuaaahh… Agak siang yah.. hehehe…
Harap maklum karena malamnya aku baru dapat memejamkan mata pukul 02.00 dini hari. Bukan bermaksud untuk begadang, tapi memang kemarin hari  yang sangat melelahkan. Melelahkan tapi sangat menyenangkan. Aku bersyukur karena boleh melewati 1 hari yang luar biasa.

Yup! Tanggal 23 Desember 2010, aku dan keluarga merayakan beberapa momen sekaligus.
Hari Ibu yang jatuh tepat 1 hari sebelumnya, Ulang tahun papiku yang persis jatuh pada tanggal 23 Desember, dan Ulang Tahun Perkawinan ke 25 Papi Mamiku atau bahasa kerennya Silver Wedding Anniversary.
Sebenarnya ulang tahun perkawinan papi mamiku jatuh pada tanggal 6 Oktober. Tapi karena beberapa hal, kami sepakat untuk merayakannya bulan Desember ini.
Jauh hari berbagai persiapan telah kami lakukan. Aku pun tak kalah sibuk dan heboh mempersiapkan acara ini. *ya itung-itung persiapan klo merid… hehehe…
Mulai dari undangan, souvenir, tempat acara, MC, pemusik, romo, tukang poto, salon, dan masih banyak lagi… Ternyata cukup banyak yang harus disiapkan. Padahal awalnya kami ingin mengadakan acara yang simpel dan ngga ribet.
Akhirnya setelah menyiapkan banyak hal selama kurang lebih 2 bulan, tibalah hari bersejarah… hihihi…
*sedikit ngerasain deh gimana persiapan kawinan… hehehe… :P

23 Desember 2010
Hari yang aku dan keluargaku nantikan. Pukul 14.00 aku dan mamiku harus tiba di salon untuk make-up lalu dilanjutkan dengan foto keluarga. Akhirnya setelah sekian lama tidak menyentuh bedak, wajahku harus ditutup dengan berlapis-lapis bedak.. (hampir lupa rasanya pakai bedak.. hehehe…).
Setelah diubahkan menjadi cantik dan ganteng aku dan keluarga memasuki photo session… Yippiiieeee… Ini bagian yang paling kusuka. Aku memang senang sekali difoto.. Jadi berada di studio foto merupakan suatu kenikmatan tersendiri.. ;)
Setelah itu aku langsung menuju restoran tempat papi mamiku akan merayakan ulang tahun perkawinan mereka. Kami hanya butuh waktu 10 menit untuk tiba di restoran karena lokasi salon dan restoran yang berseberangan.
Kami pun sibuk bersalaman dengan beberapa tamu yang telah hadir. Acara yang akan diawali oleh misa syukur direncanakan mulai pukul 17.30. Namun romo yang memimpin misa datang terlambat, hingga akhirnya misa baru dimulai pukul 18.30… Fiuhh… Aku sempat harap-harap cemas menanti kedatangan romo karena para undangan telah hampir memenuhi hall.. Sempat khawatir mereka akan meninggalkan tempat karena acara tak kunjung dimulai.. Tapi syukurlah kekhawatiranku tak terjadi. Misa syukur dan peneguhan janji perkawinan berjalan lancar.
Acara selanjutnya adalah makan malam (yang agak terlambat.. hehehe..). Pukul 20.00 para undangan baru dapat menikmati santap malam.
Aku pun langsung menghampiri bagian musik… Penyakit banci mic… hahaha… Aku menyanyikan beberapa lagu. Ya walaupun dengan nada yang berlarian di sana-sini, setidaknya aku senang dapat memberikan beberapa lagu di hari spesial papi-mamiku.. J
Perayaan kedua adalah ulang tahun papiku… Aku dan dd masing-masing membawa 1 cupcake dengan lilin di atasnya. It’s a surprise for him.

Happy birthday to you, Dad.. Wishing you a happiest life…

Puncak acara adalah saat pemutaran video nostalgia, yang berisi foto-foto masa muda, masa pacaran, pernikahan. Juga termasuk video ucapan dari beberapa saudara.
*psstt.. It’s also a surprise for my parents… hehehe…
Walaupun aku telah berulang kali melihat video itu, tapi aku merasakan suasana yang berbeda saat menyaksikan video itu bersama papi mami dan juga tamu undangan.
Aku merasakan bagaimana ada sebuah cinta yang luar biasa di antara papi mamiku.
Aku menjadi semakin yakin bahwa papi mami memang telah dipertemukan dan dipersatukan oleh Tuhan sebagai pasangan sehidup semati. Dan setelah mereka menginjak 25 tahun pernikahan, aku berdoa agar selamanya mereka tak pernah terpisahkan, agar selamanya cinta terus menjadi landasan dari kehidupan pernikahan dan juga keluarga kami.

Acara belum selesai. Perayaan ketiga adalah Hari Ibu..
Grogi menyerangku. Aku harus menyanyikan sebuah lagu yang khusus aku tujukan untuk papi mamiku.
Doa Seorang Anak
Sampai aku tiba di restoran, aku masih belum tahu akan mempersembahkan apa untuk kedua orang tuaku. Kado, tak kusiapkan.
Temanku mengusulkan lagu itu.. Awalnya aku menolak… A big NO!
Aku pernah mendengar lagu itu di sakramen perkawinan temanku, dinyanyikan saat kedua mempelai sungkem ke kedua orang tua mereka. Kuakui lagunya memang enak dan menyentuh. Dan pastinya sangat pas dinyanyikan saat itu. Tapi aku belum pernah mencoba menyanyikannya, bahkan aku tak tahu bagaimana nada-nadanya. Apalagi bila aku harus menyanyikan di depan banyak orang dan di saat special seperti ini, uufff… ngga deh…
Tapi setelah dibujuk, akhirnya aku mencoba… dan benar! Lagu itu sulit!! Huhuhu… Sempat ingin mengganti lagu, tapi aku pun tak ad aide. Jadi aku benar-benar berjuang mengingat nada-nada itu..
Akhirnya, aku maju dan menyanyikan lagu tersebut. Tentu saja dengan contekan partitur di hadapanku.. hehehe… Hasilnya…. Not bad lah… (menurutku ya…. hehehe… ga tau deh menurut penonton…). But that song specially dedicated to my parents… Aku tahu pasti lagu ini tak mampu menggambarkan besar dan tulusnya cinta mereka kepadaku dan juga adikku. Aku tahu lagu ini tak mampu menggambarkan betapa mereka telah banyak berkorban untuk aku dan juga keluarga. I just love you so much, my Dad and Mom.

Di dalam doamu, kau sebut namaku
Di dalam harapmu,kau sebut namaku
Di dalam segala hal, namaku di hatimu

Tak dapat kubalas cintamu ayahku
Tak ‘kan kulupakan nasehatmu ibu
Hormati orang tuamu
Agar lanjut umurmu di bumi

T’rima kasih ayah dan ibu
Kasih sayangmu padaku
Pengorbananmu meneteskan peluh ‘tuk kebahagiaanku

Tuhan lindungi ayah ibuku
Dalam doa kuberseru
Tetes air matamu yang kau tabur dituai bahagia


Acara hari itu  ditutup dengan foto bersama keluarga dan kerabat.
Huuuaaaaa…. Senangnya acara berjalan dengan lancar. Senangnya persiapan yang kulakukan tak sia-sia…
Aku baru tiba di rumah pukul 23.00.
Lelah? Sangaattt… (ga kebayang gimana nanti klo gue yg merrid… hehehe…)
Tapi aku sama sekali tak mengeluh. Bahkan aku bersyukur karena diizinkan untuk merayakan Silver Wedding Anniversary orang tuaku.
Perayaan itu bukan sekedar hura-hura atau makan malam di restoran. Tapi aku belajar banyak hal, tentang cinta, kesetiaan, tanggung jawab, pernikahan, dan juga tentang keluarga.


“A successful marriage requires falling in love many times, always with the same person”

When My Friends Getting Married..


Hampir tiba di penghujung tahun…
2010 akan segera berakhir.. How time flies like wind!
Rasanya baru kemarin memasuki 2010..
But now… It’s the end of December… It’s the end of 2010…
Banyak yang terjadi di tahun ini, terutama PERNIKAHAN…
Hahahaha…
Yup!
Hayo siapa yang tahun ini datang ke kondangan lebih dari 5 kali??
Hayo ngacung!! Hehehe…
Bila ada pertanyaan seperti itu, pasti aku akan segera mengacungkan tanganku. Karena di tahun ini, lebih dari 10 kali aku hadir di resepsi pernikahan temanku.
Wuiihhh… 10 mungkin belum seberapa. Mungkin di luar sana ada yang memperoleh undangan pernikahan hingga 20.
Dahsyat ya tahun ini..
2010 menjadi tahun baik bagi beberapa orang untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi. Jadi tak heran bila banyak pasangan berbondong-bondong menyiapkan pernikahannya di tahun ini. Aku sendiri menghadiri tak kurang dari 10 resepsi. Ya pastinya aku diundang donk… Kalau tak diundang, aku tak mungkin datang… hahaha… Itu baru teman-teman dan kerabat yang secara resmi mengirimkan undangan. Belum termasuk teman-teman yang aku kenal tapi tidak memberikan undangan. Bila didata, lebih dari 20 pasang temanku yang menikah…

Rally panjang kondanganku dimulai dari bulan
Juni 6: Avilia & Suami
Juli 10: Yohanna*Yovi
Juli  18: Leon*Johana
Agustus 7: Ninda*Suami
Agustus 7: Felix*Monic
Agustus 8: Marbud*Mariska
Agustus 8: Revel*Mimi
September 25: Peggy*Suami
Oktober 23: Sophie*Albert
November 14: Wono*Emil
November 21: Tata*Suami
Desember 12: Christian*Natalie
Desember 18: Jemmy*Aling
Desember 18: Yanty*Suami
Desember 19: Finna*Suami

15 pasang!! Itu yang secara resmi mengirimku undangan… Masih banyak di luar sana teman-temanku yang menikah di tahun ini… Tentu saja tak semua undangan mereka dapat kupenuhi. Banyak yang menikah di hari yang sama, sehingga aku harus memilih salah satu.. Fiuuhh… Andai aku bisa membelah diri seperti amoeba… hahahaha…
Dan rasanya tahun ini tak ada lagi resepsi pernikahan yang harus kuhadiri.. hehehe…
(to be continued in 2011.. hahaha…)

Rasanya baru kemarin aku datang ke acara sweet seventeen mereka.
Rasanya baru kemarin aku tertawa dan bepergian bersama mereka tanpa peduli apa pun, menikmati masa muda… (ya sekarang pun kami masih muda.. hehehe…)
Tapi sekarang aku menghadiri resepsi pernikahan teman-temanku. Memang waktu berlalu dengan cepat.

Aku bahagia saat melihat temanku mengenakan gaun cantik warna putih membawa bouquet bunga yang tak kalah indahnya…
Aku bahagia saat melihat temanku mengenakan jas hitam plus bunga kecil di dadanya dan menggandeng istrinya.
Aku bahagia saat mengiring doa untuk mereka yang memasuki jenjang baru…
Aku jadi ingin sekali mengikuti jejak mereka… hahahaha…

Temanku…
Senang melihat kalian menemukan pujaan hati yang akan mendampingimu selamanya.
Doaku menyertai kalian, semoga kalian selalu berbahagia.
Pasti banyak suka dan duka di depan sana, tapi aku yakin cinta akan mampu melewati semuanya…
May God bless you and your newly little family…

Apply Visa Taiwan dan Visa Cina

Masuk ke negara Tirai Bambu bukan pertama kalinya bagiku. Tahun 2002 dengan mengikuti tour, untuk pertama kalinya aku ke Cina. Karena ikut ...

Popular Posts