Nevers


Setelah berhura-hura dan berwisata rohana di Amsterdam dan Paris, sekarang saatnya wisata yang sesungguhnya.. hehehe..
Wisata rohani..
Meninggalkan kota teramat indah, Paris, aku dan rombongan menuju kota Nevers, masih di Perancis.
Lagi-lagi aku menunggang bis tercinta yang semakin terasa seperti rumah kedua. Boleh dibilang setiap harinya aku lebih lama berada di dalam bis raksasa ini. Perjalanan dari satu kota ke kota lain bisa memakan waktu lebih dari 4 jam.
Setelah selesai ‘jungkirbalik’ di depan Eifell, aku pun harus meninggalkan kota impian ini.

NEVERS

Jujur, aku juga baru pernah mendengar kota Nevers.. hihihi.. (ndeso yo..)
Ada apa sih di kota ini?
Setelah perjalanan beberapa jam (aku lupa persisnya berapa jam.. hehe..), tibalah di kota yang bisa kubilang lebih mirip komplek raksasa. Hanya kutemui mobil sesekali, orang pun sangat susah kulihat. Kotanya tampak tenang dan sepi. Bahkan bis raksasa yang membawaku terasa sangat sulit melewati jalanan di kota ini.

Tiba di Nevers, langsung menuju Biara St. Gildart. Biara tempat jenazah Santa Bernadette diletakkan.
Aku sendiri tak terlalu tahu mengenai sejarahnya. Tapi sepanjang jalan, si tour leader bercerita panjang lebar.. jadi tahu deh.. hehehe..
Masuk ke komplek biara, mulai terasa aura kudusnya.. Ada sebuah gua maria dan kapel kecil khas Eropa. Di depan kapel berdiri tegak patung St. Bernadette.

Masuk ke dalam kapel, suasana semakin amat kudus! Apalagi saat mataku menemukan peti kaca berisikan sosok cantik: St. Bernadette…
Takjub dan hanya bisa bengong…
Begitu cantik dan sempurna. Terlihat seperti sedang tertidur lelap dan begitu damai.
Sayang, tidak diizinkan untuk mengambil gambar jenazah St. Bernadette.
Di kapel ini, aku dan rombongan mengadakan perayaan Ekaristi untuk pertama kalinya selama perjalanan kami.
Ada rasa syukur yang luar biasa saat mengadakan misa sederhana di kapel mungil ini, di hadapan jenazah St. Bernadette pula.. Tak terkatakan!

Selesai misa, sore menjelang.. Saatnya masuk ‘kandang’.. hehehe..
Pernah mendengar Magny Cours?
Yup! Sebuah sirkuit balap mobil di Perancis…
Hotelku kali ini berada di komplek sirkuit tersebut. Yaa walaupun ga sempat melihat langsung bentuk sirkuitnya, lumayanlah bisa merasakan suasana sirkuit yang terkenal.. hahaha..

the big bus

gua maria di biara

patung St. Bernadette

the chapel

bekas makam St. Bernadette

kapel tempat Bernadette dimakamkan

St. Bernadette

mobil balap di parkiran hotel

beautiful sun flower

hotel, near Magny Cours

Hatiku

Dalam diam aku berdiri
Kuberikan ruang pada rasa ini untuk sesukanya menari
Kurasakan detik yang berlari
Semakin membuktikan sepinya hari

Rasa ini membisikkan sesuatu
Seolah memecah kerasnya hati yang mulai membatu
Haruskah aku mengaku bahwa rasa ini tak pernah beku
Bahwa hati ini masih bersama dia, si Pujaanku

Hai,. yang berada di sana
Malu bagiku untuk jujur berkata
Bahwa hati ini masih menyimpan warna
Tentang kasih yang terangkai dalam cerita

Harus kuakui
Dia yang masih menggenggam hatiku
Mungkin untuk selamanya


*a little note in the night.. when my heart saying one name..

Paris


Walau sambil tertatih, tetap aku lanjutkan menulis.. hahaha.. lebai yah..
Tapi jujur, memang aku sedang sangat sibuk. Yaaa memang bukan sibuk di kantor, sibuk macem-macem. Alhasil begitu ada di kamar, bawaannya cuma tidur. Nunda lagi lanjutan perjalanan ini.. Semoga sebelum tutup tahun, aku telah berhasil menyelesaikan ‘perjalanan’ku ini.

Fiuuhh..
Agak deg-degan memasuki negara selanjutnya.. hehehe..

Let me say this!

F R A N C E

*jogetjoget
*jingkrakjingkrak
*triaktriakkkkk

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

PRANCIIIIIISSSSSSSSSSSS!!!

Hehehe…

Uppsss.. maaf ya agak berlebihan.. hihihihi..

But to be honest, this is what I’ve dreamt about for a very long time..

Negeri impianku…
Aku sendiri lupa dari mana aku mengenal negara ini, sejak kapan aku mulai menyukainya, hingga akhirnya jatuh cinta dan selalu memimpikannya…
Yang aku ingat telah sangat lama negeri ini hadir dalam angan-anganku.
Aku sering melihat foto, gambar, atau melihat cuplikan di tv bagaimana Perancis adalah sebuah negara yang begitu sexy.. haha.. Rasanya menara tinggi terbuat dari besi itu begitu menawan dan terus membayangiku.
Impianku: menginjakkan kaki di Prancis, menatap lekat Menara Eiffel, langsung di hadapanku menggunakan sepasang mataku sendiri.

Daaannn…
Impianku menjadi nyata!
Hiphip horraayyyy!!!!

This is what I called ‘dream comes true’
*jejingkrakan.. hahahaha…

Lepas dari Belgia, aku dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Negeri Impianku.
Prancis..
Selama 15 hari tur, kami paling lama menghabiskan waktu di Prancis. Jadi tak heran izin untuk memasuki Uni Eropa, diurus di negara Prancis. Karena sesuai dengan peraturan yang berlaku, turis harus mengurus visa di negara Uni Eropa di mana mereka tinggal paling lama selama perjalanan wisata.
Setelah berkantuk-kantuk ria di bis (perjalananannya jauuuhhh dari Belgia), akhirnyaaaaaa… aku memasuki Negeri Impianku…
Yang pertama aku masuki adalah PARIS
AAAAAAAAWWWWWWWWWWWW!!! Hehehe…

Bis melaju di kota romantis ini… Di kiri kanan jalan bertaburan butik mewah. Satu per satu tempat terkenal di Paris pun kutatap dengan mataku sendiri.
Indah!

Seisi bis heboh jeprat jepret apa pun yang terlihat. Rasanya terlalu sayang melewatkan indahnya bangunan di Kota Paris.
Rombongan sempat mampir untuk berbelanja.
Aku dan adikku yang memang sedang tak ingin belanja, ngaciiirr berdua.. menuju Louvre..
Segitiga kaca yang tadinya hanya sering aku lihat di monitor laptop, kini ada di hadapanku..
Takjub!

Jelang sore, kami semua diajak menaiki cruise melalui Sungai Seine.
Kapal besar yang mampu menampung ratusan orang ini akan melintasi sungai yang membelah kota Paris.
Cuaca sore itu sangat bersahabat, jadi rasa puas dan gembira tak berhasil aku ungkapkan dengan kata-kata. Sepanjang perjalanan di cruise mungkin mulutku tak berhenti menganga mengagumi keindahan Kota ini.
Mendekati Menara Impianku, detak jantungku berdegup.
‘Waww! Thank You so much, dear Lord for this precious chance!’
Aku hanya mampu bergumam dalam hati…
Rasanya.. Sungguh teramat luar biasa…
Impianku benar-benar berada nyata di hadapanku!!!

Kunikmati Menara Eiffell dari sore hingga malam… dan begitu cantik!

Malam menjelang saat cruise merapat dan mengembalikan kami semua ke daratan. Hati ini masih melekat di menara itu… Rasanya belum puas menikmati icon kota Paris ini.
Tapi malam sudah terlalu larut…
Time to say ‘goodnight’ to Eiffel… ‘Till tomorrow morning! :D

Hari kedua di Paris…

Pastinya masih akan menatap si Menara pujaanku.. hehehe.. Arch de Triomphe.. dan berbagai bangunan cantik lainnya… (lupa semua namanya.. terlalu heboh foto-foto ga inget apa aja yang disebutin si tour leader.. hahaha..)
Jadi biarkan foto-foto ini yang berkisah.. :)


on our way to Paris

perjalanan panjang diiringi pemandangan indah



Louvre



love it! :D

indah!

inside Louvre

Seine River

our cruise

can't speak...

the beauty of night..

Arch de Triomphe



h a p p y



my dream comes true!!!

:)

yihaaaaa!!!

thank You, Lord!

Belgium

Beginilah kalau menanti tulisan orang sibuk.. (beda tipis antara benar-benar sibuk sama sok sibuk.. hehe..)
Sibuk yang kumaksud adalah pulang kantor, tiba di rumah, mandi, langsung nemplok di kasur tercinta… hahaha…
Bahkan dibutuhkan waktu hampir 3 minggu hanya untuk melanjutkan perjalanan ke negara kedua.. *mohon maaf.. hehehe…

Setelah melewati 2 malam di ibukota Belanda, menikmati puluhan kanal nan bersih, memandang ratusan sepeda yang terparkir rapi, aku dan rombongan pun harus say goodbye to Amsterdam.

Belgia..
Setelah menyelesaikan sarapan di hotel Dorint, aku siap menempuh perjalanan sekitar 4 jam menuju Brussels, Belgia.
Tiba di Brussels, kami langsung makan siang, lalu kemudian menuju patung bocah, Manneken Pis, lambang kota Brussels. Kami memang hanya berkunjung sebentar di Brussels. Hanya berfoto di depan Manneken Pis plus belanja coklat khas Belgia… boroongg coklat! hehehe.. (bahkan itu saja sudah lebih dari cukup untuk kami menikmati Belgia.. hahaha..)

So here are about Brussels, Belgia.. :)

Manneken Pis



my favorite photo.. :P

waffle.. sweet.. :D



singing in the corner..



My Big Dream

Akhirnya, aku berkesempatan berbagi cerita tentang perjalanan jauhku. Dan kali ini aku akan menggunakan bahasa campur-campur, ga sepenuhnya bahasa Indonesia yang baik dan benar.. hehehe..
Cukup lama ya waktu yang aku butuhkan untuk mengembalikan stamina tubuhku. Rasa lelah seperti tak mau hilang. Mungkin karena kelamaan di pesawat.. hahaha.. Ditambah perbedaan waktu yang berubah sangat cepat, jadi aku pun bingung harus menyesuaikan tidur dengan waktu belahan dunia mana.. hehe..
Baiklah, mari kita mulai perjalanan menakjubkan ini.. :D

E R O P A
Selalu ada di impianku dan akan selalu ada di sana.

Sejak kecil, aku selalu mendewakan satu kata itu. Entah tahu dari mana, tapi yang pasti aku selalu menganggap Eropa memang sangat teramat indah. Hingga dari waktu ke waktu aku selalu bermimpi menginjakkan kaki di benua tersebut.
Sebenarnya mimpiku itu sudah pernah terwujud di tahun 2001, saat aku berkunjung ke Yunani dan Turki. Hingga saat ini, semua orang akan heran saat mengetahui aku pernah pergi ke Yunani. Memang bukan suatu hal yang lazim.. hehe.. Saat itu aku sempat transit di bandara Paris dan benar-benar hanya transit, ga keluar dari bandara. Jadi Menara Eiffel yang aku impikan itu semakin merasuk ke dalam relung mimpiku.. hahaha.. Kesimpulannya, aku tetap ingin keliling Eropa, ya setidaknya beberapa negara dan kota besar di sana.

Tahun berlalu dan akhirnya baru tahun inilah mimpiku benar-benar terwujud. Jauh hari rasa senang sudah meletup-letup. Tak sabar rasanya menanti hari tersebut. 15 hari berkeliling Eropa, rasanya pasti akan sangat ‘wow’! hehe..
Selama perjalanan 15 hari tersebut aku belajar banyak hal dan yang pasti menjadi semakin percaya bahwa segala sesuatu telah Dia siapkan dengan begitu sempurna untuk kebaikan kita.

Hari pertama, 13 Agustus 2012
Di saat teman-teman kantorku masih harus menghitung hari menuju libur, koper besarku siap digeret. Hari ini aku masuk kantor setengah hari. Setengah 12 aku langsung kabur pulang karena pukul 2 siang aku harus tiba di bandara. Setengah hari yang tersisa tentu saja aku isi dengan tetap bekerja, walaupun otak dan hati telah terbang jauh.. hahaha..

Eropa…
Negeri impianku..

Penerbangan pertamaku Jakarta-Dubai, pukul 6 sore WIB. Perjalanan jauh, pastinya. Sekitar 8 jam. Begitu pesawat lepas landas, ga pake lama mataku langsung merem.. hahaha.. Hanya kembali bangun saat disuguhi makan malam dan snack.. :P
Pukul 11 malam waktu Dubai (mundur 3 jam dari Jakarta), aku sekeluarga tiba di bandara Dubai. Bandaranya keren!! Hehehe.. Waktu transit yang hampir 9 jam membuat aku dan rombongan harus menginap di hotel dekat bandara. Tiba di hotel sekitar jam setengah 1 pagi. Walau hanya bisa tidur sekitar 4 jam, lumayan bangetttt… Setidaknya bisa selonjoran.. hehehe..

Dubai International Airport.. late of night..


after 8 hours flight.. keep on smiling.. :)

Flight selanjutnya: Dubai-Amsterdam, pukul 8.30 waktu Dubai. 7 jam perjalanan.. Fiuuhhhh… Perjalanan panjang..
Pukul 13.30 waktu Amsterdam, aku pun tiba di Schiphol, Bandara Internasional Amsterdam…
Yipppiiiiieeeeeee!!!!!!! Horraaayyy!!! :D
Kami pun langsung diajak menuju ke tempat pembuatan keju dan juga sepatu khas Belanda. Rasa lelah karena duduk di pesawat sekitar 7 jam rasanya langsung hilang. Hawa dan pemandangan yang menyejukan berhasil membuatku sumringah.

Amsterdam..
Kota yang tertata rapi, dengan ratusan kanal nan bersih. Kalau Jakarta dihiasi motor berasap tebal, Amsterdam dipenuhi dengan sepeda. Sepertinya memang sepeda adalah transportasi umum bagi mereka. Orang-orang berjas, berblazer yang hendak menuju kantor pun mengayuh sepeda. Ada jalur tersendiri untuk sepeda. Dengan tertib, sepeda, mobil, atau motor berada di jalan raya. Rapi.. Belum lagi ratusan kanal yang seolah tak lepas dari kota ini. Rasanya seger bangettt liat bule-bule duduk di pinggir kanal, hanya untuk sekedar ngobrol atau ngopi.. hehe..

Here are about Amsterdam..

Schiphol, Amsterdam International Airport.. Just arrived! :D





Me and huge shoe.. ;D


























Can’t wait to tell about another beautiful places.. :)
*to be cont'd..

Apply Visa Taiwan dan Visa Cina

Masuk ke negara Tirai Bambu bukan pertama kalinya bagiku. Tahun 2002 dengan mengikuti tour, untuk pertama kalinya aku ke Cina. Karena ikut ...

Popular Posts