Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

I Left My Heart in Polska (Part Two)

Kamar itu tidak terlalu besar. Cukup untuk ditiduri berdua. Pagi itu kubuka mata dan kutemukan langit cerah di atas kepalaku. Jendela kaca miring karena menjadi atap itu mengejutkanku. Bagaimana tidak, langit cerah itu adalah langit jam 8 pagi di Jakarta. Terlompat aku dari sofabed dan langsung meraih jam tanganku. Terkejut lagi saat kudapati jam tanganku menunjukkan baru pukul 6. Kembali aku merebah sembari berusaha menyadarkan diri bahwa aku memang sedang berada di bawah langit lain, Polandia.
21 Juli 2016 Pagi ini menjadi yang pertama bagiku di Polandia. Sebuah tempat yang tak pernah terpikirkan olehku akan aku datangi tapi memang aku pilih untuk aku merayakan hari istimewaku.
Kumulai dengan mandi bersiap diri dan sarapan bersama Papa Marek dan Marlena. Makanan ala Eropa, roti sandwich lengkap dengan roti gandum, mentega, saos tomat, mayonais, dan sosis ayam. Flat sederhana itu menjadi teman kami menikmati pagi sebelum aku menuju Paroki Isidore untuk mengikuti rangkaian penuh  Days in…

I Left My Heart in Polska (Part One)

Saat kualihkan pandanganku ke sisi kiri, kutemukan lempengan raksasa di sisi badan pesawat. Sayap yang siap menerbangkanku ke suatu tempat yang telah menjadi rencana bahkan mimpiku. Aku duduk di dalam badan pesawat yang sangat besar, sebesar rasa syukurku saat ini. Beritahu aku bagaimana mungkin aku tidak bersyukur bila duduknya aku di pesawat besar ini bukanlah perkara mudah dan sederhana. Ratusan hari harus kuhitung dan kulalui. Hal sederhana sampai yang rumit kuhadapi. Ratusan orang menyenangkan sampai yang begitu menjengkelkan telah kuhadapi. Dan hari ini penantian panjang berakhir menjadi rasa syukur yang tak terhingga.
19 Juli 2016 Aku bersama 111 orang lainnya terbang menuju satu Negara yang mungkin tak pernah terbayangkan akan kami datangi. Tapi saat ini aku sedang menuju ke sana.
Biar sedikit kutarik mundur ke tiga tahun saat aku terbang menuju negeri Samba. Tanpa banyak harap dan pinta, kulalui 2 mingguku dengan sangat luar biasa sampai-sampai indahnya masih begitu sangat membek…

Jemari yang Bercerita

Tak ada tolok ukur yang pasti mengenai apa yang akan aku tulis di bawah ini. Subyektif? Bisa dibilang begitu.. Hanya mata hati yang bisa melihat Hanya kata hati yang bisa menilai Pun bagi mereka yang masih memiliki hati..
Mereka yang terlihat berdoa Mereka yang terlihat memegang microphone Mereka yang terlihat mengangkat tangan Mereka yang bersuara lantang menyebut Tuhan
Mereka dan segala kekudusan yang mereka miliki Membuatku bertanya, berpikir keras dalam hati, SIAPA AKU? Berlanjut ke pertanyaan selanjutnya, APA YANG TELAH KUBUAT?
Aku tidak sesering mereka mengangkat tangan ini Aku tidak sesering mereka memegang microphone Aku pun tidak terlalu mengerti tentang kerohanian bila dibanding mereka
Mereka, ya mereka.. Yang menyebut dirinya tulus Yang menjanjikan perbuatan ikhlas tanpa pamrih
Toh berakhir pada sebuah titik terendah, terhina Ya setidaknya menurutku
Kembali lagi tulisan ini, tulisanku Milikku.. Apa yang aku rasakan, apa yang aku lihat..
Aku.. Aku tidak suci, jelas jauh dari kata suci dan tidak ak…

20 hari untuk Semua

20 hari tersisa sebelum 19 Juli 2016
Aku telah menghitung ratusan hari Aku telah melalui hari-hari tersebut
Rasa tidak sabar, rasa yang tak menentu telah menjadi temanku
Dari lebih dari 300 hari, kini tersisa 20 hari Hitungan jari
Rasa yang tak terkatakan, tak terucap, tak tergambarkan oleh apapun
20 hari yang tersisa membuatku tak hentinya mengucap syukur
Syukur yang disertai harap bahwa semua akan berjalan dengan sangat baik.

Aku di Sini

Berada di sini adalah sebuah pilihanku Keputusanku dan komitmenku
Banyak hal yang sebenarnya bisa membuatku mundur dan meninggalkan semua Tapi cintaNya melebihi apapun BerkatNya terlalu melimpah
KasihNya yang memampukan aku terus berada di sini.
17 Mei 2016 Mendatangi Kedutaan Republik Polandia yang berlokasi di Kuningan. Berbekal ketidaktahuan yang amat sangat. Mengajukan Visa Schengen di kedutaan ini memang hanya bisa berbekal ketidaktahuan. Minimnya info yang beredar membuatku bermodalkan nekat. Aku bersama 7 peserta lainnya yang juga sama bingungnya. Salah satu hari yang telah lama kami tunggu, VISA.
Hari ini Jakarta diguyur hujan deras sepanjang siang, membuat kami hampir kuyup karena harus menunggu di luar gedung megah kedutaan yang tidak beratap sama sekali. Puji Tuhan, lancar.. Hari-hari selanjutnya menanti, dengan peserta WYD yang lebih banyak datang ke kedutaan.

Ini menjadi pertanyaan yang sering menghampiri telingaku: “Pakai tour apa?” “Kamu memang dari tour & travel?” “Kamu urus sendir…

KesempurnaanNya Menyempurnakan

Blogku malang, blogku sayang.. Sebegitu terbengkalainya sampai postingan terakhir adalah di bulan November 2015.. hahaha.. Padahal, hari tidak berlalu begitu saja tanpa ada cerita di dalamnya.. :)
Yup! My every single day creates their own unique stories..
Tapi ya emang saya yang malas untuk sering-sering menuliskannya di sini.. hahaha...
Hari ini tiba-tiba ada dorongan besar untuk menuliskan ini. Agak aneh memang bila tiba-tiba lompat ke bagian ini karena cerita hari ini tak lepas dari kisah yang diawali lebih dari satu tahun lalu...
Beberapa minggu lalu, seorang teman, Frida mengingatkanku untuk menuliskan segala hal mengenai ini. Kupikir benar juga, rentang waktu yang tak singkat harusnya dapat kutuliskan dengan detil dan akan menjadi arsip bahkan memori yang luar biasa saat nanti kubaca lagi.
World Youth Day
Ya, tentang WYD.
Lebih dari setahun lalu kuputuskan untuk memberikan diriku dalam persiapan menuju Krakow 2016. Bukan tanpa alasan aku berani memberikan diri untuk berada di sini. Namun al…