Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Little Note for My Hiero

Minggu lalu, aku berkumpul dengan para jebolan persekutuan doa (PD) suamiku.. (cieee.. sekarang punya suami! haha..) Nama PDnya tak perlu disebut ya, karena kali ini khusus tentang PDku.. Yes! Yakin donkkk klo ini PD milikku.. hahaha.. I belong to this PD.. :D Dalam doanya, seorang teman berkata, ‘Komunitas di mana kami menghabiskan hampir seluruh masa muda kami, komunitas di mana belajar banyak hal, komunitas di mana kami diubahkan menjadi lebih baik. Tanpa komunitas ini, kami tidak mungkin menjadi kami yang sekarang.’ Dalam pejamnya mata, pikiranku melayang. Dalam hati aku berkata, ‘Aku juga punya komunitas seperti itu!! Aku juga menjadi diriku sekarang karena komunitas ini!” Langsung muncul sebuah ide untuk kutulis di sini.. Dan kurasa ini saat yang tepat untuk menulis tentang komunitasku itu.
Pernah mendengar kalimat ini? “Ujung tombak gereja adalah anak muda.”
Aku amat sangat setuju dengan kalimat itu. Anak muda yang menggerakkan gereja. Anak muda yang membangun gereja. Dan aku sangat bers…

Tying Our Knot

Gaun putih berekor panjang itu telah menjadi impianku sejak kecil. Melihat foto atau menyaksikan banyak pernikahan semakin membuatku berangan tentang saat bagiku. Saat di mana aku berjalan berdua menuju altar, mengenakan gaun indah berekor panjang dan menggandeng pria pujaan hatiku. Itu yang selalu kuangankan. Bertanya kapan saat itu tiba, bertanya pria manakah yang akan mendampingiku menuju altar dan juga mendampingi sisa hidupku. Bertanya dalam hati, apa rasanya duduk berdua tepat di depan altar? Apa rasanya mengenakan gaun besar berekor panjang? Apa rasanya mengucap janji pernikahan di hadapan begitu banyak orang? Apa rasanya berada di atas pelaminan? Apa rasanya menikah? Apa rasanya menjadi seorang istri?
Veliska kecil telah memiliki angan tentang hari pernikahannya. Hari besar bagi setiap orang, terutama wanita.
Puluhan tahun berangan dan menyimpan mimpi itu. Hingga akhirnya saat 6 tahun lalu aku dipertemukan dengan sosok pria yang bersedia mendampingiku, merangkai cerita indah, seakan mem…

Ada yang Ketagihan!

Selalu ada yang pertama untuk segala sesuatu. Dan akhirnya tiba saatnya bagiku untuk menjadi pemazmur!! Jeng jeenggg… 19 Juli 2104 menjadi hari bersejarah dalam hidupku saat aku menjadi pemazmur untuk pertama kalinya! Catat! PERTAMA KALI! Yup! Ini pertama kalinya aku menjadi pemazmur.. Ikut paduan suara sejak SD hingga SMA. Paduan suara menjadi suatu yang tidak asing. Ditambah aktif di persekutuan doa membuatku tidak asing dengan microphone dan juga tak lagi canggung untuk bernyanyi sendirian. Tapi menjadi pemazmur adalah sebuah hal yang selalu kuhindari. Takut! Takut nadanya melenceng ke mana-mana. Menurutku menjadi pemazmur itu sangat sulit. Sangat berbeda dengan bernyanyi lagu biasa. Haiyaaa.. Menyerah saya.. Tapi akhirnya kesempatan itu datang juga.. Dalam misa Reuni World Youth Day di KWI Cikini, aku pun menyanyikan mazmur. Latihan sekitar 5 hari. Setiap hari kunyanyikan ayatnya. Dan hari H kupasrahkan diri.. Puji Tuhan! All is well! My-very-first-time moment was going well! Entah bagus atau …

My Heart Really Belongs to Them

Ini akan menjadi penutup rangkaian kata yang kubuat tentang Brasil. Setelah hampir satu tahun setelah keberangkatan kami, akhirnya baru sekarang dapat kuselesaikan.. :) Segala rasa, segala pengalaman telah kucoba tuangkan. Tapi aku pribadi masih merasa begitu banyak hal yang belum tertuang, begitu banyak hal yang bahkan tak bisa kuungkapkan melalui kata-kata. Karena begitu banyak hal yang hanya bisa dilihat, didengar, dilakukan, dan dirasakan langsung.. Karena Brazil telah berhasil menduduki sebuah sudut di hatiku dan selamanya akan berada di situ. Meninggalkan Rio de Janeiro, bukan berarti meninggalkan Brazil. Kesempatan berharga dan tak terlupakan saat menginjakkan kaki lagi di Diadema, Sao Paulo.
30 Juli 2013, 4.30 pagi Bis yang kami tumpangi meninggalkan gelapnya subuh Bras de Pina. Selamat tinggal, Rio.. Terimakasih untuk waktu singkat yang begitu berharga..
Rasa lelah dan kantuk membuat kami semua langsung terlelap. Aku tahu ini akan menjadi perjalanan panjang. Rio menuju Diadema memakan …