Aku di Sini

Berada di sini adalah sebuah pilihanku
Keputusanku
dan komitmenku

Banyak hal yang sebenarnya bisa membuatku mundur dan meninggalkan semua
Tapi cintaNya melebihi apapun
BerkatNya terlalu melimpah

KasihNya yang memampukan aku terus berada di sini.

17 Mei 2016
Mendatangi Kedutaan Republik Polandia yang berlokasi di Kuningan. Berbekal ketidaktahuan yang amat sangat.
Mengajukan Visa Schengen di kedutaan ini memang hanya bisa berbekal ketidaktahuan. Minimnya info yang beredar membuatku bermodalkan nekat.
Aku bersama 7 peserta lainnya yang juga sama bingungnya.
Salah satu hari yang telah lama kami tunggu, VISA.

Hari ini Jakarta diguyur hujan deras sepanjang siang, membuat kami hampir kuyup karena harus menunggu di luar gedung megah kedutaan yang tidak beratap sama sekali.
Puji Tuhan, lancar..
Hari-hari selanjutnya menanti, dengan peserta WYD yang lebih banyak datang ke kedutaan.


Ini menjadi pertanyaan yang sering menghampiri telingaku:
“Pakai tour apa?”
“Kamu memang dari tour & travel?”
“Kamu urus sendiri?”

Ah, kalian yang bertanya itu..
Andai aku bisa menyerahkan semua ini ke tour, mungkin hidup ini lebih damai.. hahahaha..

Semua sendiri, bingung sendiri, nekat sendiri..

Sampai banyak yang bingung saat tahu kami tidak menggunakan jasa tour. Bahkan tak sedikit yang langsung berujar, “Wah besar upahmu nak!”

Hahahaha…

Diamini saja..

Aku di sini bukan mencari berkat
Bukan juga mengharap kembalian

Aku di sini karena aku ingin
Dan Dia yang menjadikanku berada di sini

Tak lama lagi waktuku untuk seseruan di sini
Sisa hitungan hari..

Dan semuanya akan menjadi sesuatu yang indah,

Yang amat sangat aku rindukan di masa-masa depan..


*catatan kecil di sisa 64 hari menuju keberangkatan kami

KesempurnaanNya Menyempurnakan

Blogku malang, blogku sayang..
Sebegitu terbengkalainya sampai postingan terakhir adalah di bulan November 2015..
hahaha..
Padahal, hari tidak berlalu begitu saja tanpa ada cerita di dalamnya.. :)

Yup!
My every single day creates their own unique stories..

Tapi ya emang saya yang malas untuk sering-sering menuliskannya di sini.. hahaha...

Hari ini tiba-tiba ada dorongan besar untuk menuliskan ini.
Agak aneh memang bila tiba-tiba lompat ke bagian ini karena cerita hari ini tak lepas dari kisah yang diawali lebih dari satu tahun lalu...

Beberapa minggu lalu, seorang teman, Frida mengingatkanku untuk menuliskan segala hal mengenai ini. Kupikir benar juga, rentang waktu yang tak singkat harusnya dapat kutuliskan dengan detil dan akan menjadi arsip bahkan memori yang luar biasa saat nanti kubaca lagi.

World Youth Day

Ya, tentang WYD.

Lebih dari setahun lalu kuputuskan untuk memberikan diriku dalam persiapan menuju Krakow 2016.
Bukan tanpa alasan aku berani memberikan diri untuk berada di sini. Namun alasannya pun bukan karena Eropa. Entah mengapa ada hal tak terkatakan yang ada dalam diriku untuk aktif di sini. Aku sadar sepenuhnya bahwa menjadi tim kerja WYD bukanlah hal mudah. Bahkan amat sangat sulit.
Tapi entah dorongan dari mana yang memampukan aku untuk berkata, “Ya, saya mau!”

Kalau kurenungkan, memang sepenuhnya sederhana karena pengalamanku di WYD Rio 2013.
Hanya karena itu.
Ya, hanya karena salah satu momen terbaik dalam hidupku itu. Momen yang hingga saat ini masih begitu lekatnya dalam ingatanku sampai-sampai suaraku akan bergetar dan mataku menahan air mata bila mengingat momen itu.

Ada rasa takjub dan juga rindu yang kurasakan bila kukisahkan kembali mengenai Rio 2013. Banyaknya hal tak terkatakan dalam hati ini yang membuatku hanya mampu berbuat ini, berada di sini untuk menjadi tim kerja, menjadi jembatan bagi sebanyak-banyaknya orang untuk merasakan WYD.

Rangkaian persiapan WYD telah banyak kami lakukan, salah satunya Pilgrimage Weekend (PW) atau retret persiapan yang diadakan 2 hari 1 malam di Rumah Doa Guadalupe.
Dan hari ini, 1 Mei 2016, adalah PW terakhir sebelum kami terbang ke Polandia.
PW keempat setelah ada 3 kloter sebelumnya dan juga PW dengan jumlah peserta terbanyak.

Tadi siang saat kami menyudahi PW 4, ada rasa sentimentil yang menyerangku. Ah, PW selesai juga.
Tapi rasa sentimentil itu bukan hanya karena selesainya rangkaian PW, namun pikiranku telah melayang langsung ke hari H keberangkatan kami.
Melihat betapa serunya para peserta bercanda, bercengkrama walaupun baru kenal, melihat bagaimana wajah mereka begitu antusias menantikan WYD, ada rasa luar biasa dalam hati ini.

Banyaknya peserta WYD yang akan berangkat bulan Juli nanti memang yang menjadi kerinduanku, yang menjadi alasan terkuatku untuk berada di sini.
Sederhana, aku telah merasakan begitu banyak hal saat WYD Rio 2013, aku ingin teman-teman yang bahkan tidak aku kenal, bisa merasakan hal yang sama.

Ribet, lelah, stres, amat sangat pasti aku alami.
Tapi kupilih semua itu demi mentransfer keindahan dan keajaiban yang pernah aku rasakan 3 tahun lalu di Brazil.

Andai waktu bisa kuatur akan kutibakan kita semua ke bulan Juli saat keberangkatan. Ah betapa tak sabarnya menanti saat itu.
Sayangnya, demi suatu yang luar biasa, tak ada yang instan. Ribuan proses harus kulewati satu demi satu. Proses yang tak mudah, mulai dari pendataan peserta, pembuatan surat-surat, pembuatan visa, dan masih banyak lagi hal yang menuntut kesabaran luar biasa dan tentu saja disertai keteguhan hati untuk melaluinya.
Belum lagi membayangkan WYD, di mana jutaan orang berkumpul di tempat sama. Oh God, can I handle all those things? Lebih dari 100 orang yang harus aku perhatikan, kujaga agar mereka dapat mengikuti WYD dan kembali ke Indonesia dengan sempurna. Tapi kok hati kecil ini ragu ya...

Hmm.. Aku.
Siapa aku, sampai berani menjadi salah satu pendamping mereka yang jumlahnya sangat banyak?
Apa kemampuanku, ke Polandia saja aku belum pernah..
Modal nekat. Bisa dibilang demikian.
Itu mengapa, walaupun hati ini begitu tak sabar menanti hari keberangkatan, besar pula kekhawatiranku mengenai banyak hal. Begitu banyaknya sampai-sampai pikiranku penuh.. :(

Banyak hal yang menjadi penguatku.
Salah satunya wajah-wajah peserta PW 4 hari ini yang bersinar, yang juga samanya dengan aku, tak sabar untuk WYD. Wajah mereka yang menyemangati aku, yang membuatku mampu berkata, “Aku pasti bisa!”

Satu hal lagi.
Aku yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang baik akan datang menghampiri bila kita memulainya dengan niat yang baik dan tulus.
Jadi yang bisa kulakukan saat ini adalah memperjuangkan segala hal terbaik yang bisa kulakukan dan menyerahkan semuanya kepada kuasaNya.

Kulakukan yang terbaik dan kubiarkan dia bekerja dalam kesempurnaanNya..


*isi hatiku di tepat 80 hari jelang keberangkatan kami menuju Warsaw

Pilgrimage Weekend IV

When life gives you time to laugh.. Just laugh.. :D



Apply Visa Taiwan dan Visa Cina

Masuk ke negara Tirai Bambu bukan pertama kalinya bagiku. Tahun 2002 dengan mengikuti tour, untuk pertama kalinya aku ke Cina. Karena ikut ...

Popular Posts