Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2011

Buatlah Aku Pikun, Tuhan

Tuhan Yesus…
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat kata menyakitkan yang pernah terlontar kepadaku.
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat perbuatan jahat yang pernah dilakukan terhadapku.
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat peristiwa yang membuatku meneteskan air mata.
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat kejadian yang membuatku marah.
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat hal yang membuatku menyimpan dendam.
Buatlah aku pikun, agar aku tak mampu mengingat waktu saat aku jatuh terpuruk.
Tuhan Yesus…
Buatlah ingatanku kuat, agar aku mampu menyadari bahwa aku tak pernah sendiri dalam hidup ini.
Buatlah ingatanku kuat, agar aku mampu menyadari bahwa begitu banyak orang yang mengasihiku.
Buatlah ingatanku kuat, agar sekalipun berada di titik terendah, aku mampu mengingat Kau yang selalu menopangku.
Buatlah ingatanku kuat, agar aku mampu mengingat rencana indah yang selalu Kau siapkan bagiku.
Buatlah ingatanku kuat, agar aku mampu menyadari bahwa kasihMu senan…

Cantiknya Aku dan Tampannya Dia

Selepas turun dari mobil dan menutup pintunya, aku berjalan ke arah dia. Kuselipkan tangan kananku di antara lengan kekarnya. Sesaat aku memandang wajahnya dan tersenyum. Kulanjutkan langkah kakiku menuju grand ballroom sebuah hotel berbintang di Ibukota. Aku mengajaknya menghadiri pesta pernikahan teman semasa kecilku. Entah telah berapa banyak pesta pernikahan yang pernah kami hadiri, aku sendiri tak mampu mengingatkan. Yang kuingat, tak pernah sekalipun aku pergi ke pesta tanpa dia. Yup.. Selalu ada dia di sisiku..

Aku dan dia pun siap memasuki pintu utama hotel. Kunaiki satu per satu anak tangga yang berlapiskan marmer. Masuk ke lobby, lampu-lampu kristal berkilauan menyambut aku dan dia. Banyaknya rangkaian bunga impor menambahkan kesan mewah di hotel tersebut.. Orang-orang dengan penampilan menawan yang berlalu lalang di lobby pun semakin menunjukkan kelas hotel tersebut.
Aku bergumam dalam hati, ‘Ah… Mewahnya hotel ini…’ Kulanjutkan langkahku menuju grand ballroom. Sudah terbayang…

Joyful

Di tengah misa Sabtu malam. Aku berdiri, menatap altar. Indahnya altar perjamuan malam hari ini, dihiasi bunga nan serasi. Telah hampir 1 jam misa berlangsung dan inilah saat yang kutunggu. Sang selebran utama mengumandangkan,
“Kemuliaan kepada Allah di surga………” Senyumku mengembang dan mengangkat suara,
“Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepadaNya…”
Seperti harus melalui hari yang amat panjang untuk kembali menyanyikan lagu tersebut. Dan saat ini menjadi saat yang luar biasa. Saat yang menandakan keberhasilanku melalui masa pertobatan. Saat di mana aku bersiap menyambut kebangkitanNya.
Gong dan lonceng gereja bersahutan mengiringi Kemuliaan. Indah rasanya… Ada rasa sukacita dalam dadaku. Ada Sosok yang memberikan cintaNya bagiku. Ada Sosok yang telah menang melawan maut. Dan aku menjadi semakin yakin bahwa aku hidup dalam kemenangan karena Dia besertaku.
HAPPY EASTER, Everyone… God’s love always in our heart

Yang Kunantikan

Dan akhirnya….
Inilah saat yang paling kutunggu kurang lebih 1 bulan terakhir…
Maundy Thursday Good Friday Holy Saturday and…. HAPPY EASTER
Hampir mendekati akhir ‘perjuangan’ 40 hari. Aku sadar bahwa ternyata 40 hari yang terlihat pendek, menjadi suatu masa yang cukup sulit untuk dilalui. 40 hari yang tidak biasa. Aku berjuang untuk mengalahkan kedaginganku. Aku juga berjuang untuk mengalahkan segala nikmat yang biasa mudah kudapatkan. Rasanya ajaib saat menyadari aku masih diberi kesempatan untuk melalui Prapaskah sekali lagi. Rasanya ajaib saat mengetahui masa ini adalah masa yang luar biasa, masa di mana aku berefleksi. Rasanya ajaib saat menyadari ada Sosok yang terlalu ajaib dalam hidupku. Rasanya ajaib saat mengetahui ada Cinta yang tak pernah menghilang.
Kusyukuri 40 hari luar biasa yang hampir berlalu Kusyukuri segala yang kualami selama 40 hari kemarin Kusyukuri waktu yang diberikan untukku dapat menyadari betapa dahsyatnya Dia Kusyukuri cintaNya dalam kehidupanku Kusyukuri masa pertobatan …

Rambutku Mahkotaku

Rumahku terletak di kawasan timur Jakarta, yang boleh dibilang paling sederhana jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Kalau wilayah lain bertaburan mall-mall raksasa, lain cerita di timur. Tak akan bisa kita temui mall mewah atau bahkan raksasa. Boleh dibilang daerah rumahku ‘gersang’.. Cukup sulit untuk mencari tempat belanja atau hang out yang asyik.
Kesulitan tak hanya aku rasakan dalam hal mencari mall tempat hang out. Tapi juga dalam mencari salon dengan kualitas pelayanan yang baik. Di daerah rumahku, aku belum bisa menemukan salon dengan kualitas pelayanan yang baik. Hampir semuanya standar dan cenderung mengecewakan. Pernah beberapa kali aku dikecewakan dengan pelayanan beberapa salon di sekitar rumahku. Alasanku memilih salon-salon itu karena dekat dengan rumah, jadi aku bisa menghemat waktu dan biaya bensin. Tapi ternyata tak sesuai harapanku. Mulai dari potong poni yang terlalu pendek, creambath yang asal pencet, sampai catok keriting yang langsung menjadi lurus setelah …

Kesempatan Perdana

Sekali lagi Tuhan memberiku kesempatan untuk membuktikan talentaku. Selama ini tak pernah sekalipun aku berdiri di depan banyak orang untuk berbicara tentang suatu hal. Tapi kali ini aku diberikan kesempatan untuk membawakan pengajaran di pembinaan PD Hieronimus. Memang aku tak diminta untuk membawakan firman di sebuah persekutuan doa. Aku hanya diminta untuk lebih banyak sharing. Jumlah umatnya pun hanya 10 hingga 15 orang. Harusnya ya bisalah…
Tapi tak semudah yang dibayangkan. Memang aku diminta dari jauh hari untuk membawakan pengajaran. Aku punya waktu sekitar 3 minggu untuk menyiapkan bahan pengajaran tersebut. Waktu yang lebih dari cukup, karena para pewarta pun bahkan ada yang hanya mempersiapkan materi 1 hari sebelumnya. Tapi aku bukan pewarta dan ini pengalaman pertamaku. Tema yang harus aku bawakan pun tampak sederhana, yakni PELAYANAN. Toh kata pelayanan telah lama aku kenal bahkan telah menjadi teman akrab dalam kehidupanku. Tapi untuk memberikan pengajaran tentang pelayanan,…

Free

Tulisan kali ini secara khusus dibuat saat aku berada di kantor. Wuah.. sejak kapan aku bekerja di kantor redaksi majalah atau koran? Nope! Aku tidak pindah kerja. Aku masih di kantor sebelumnya. Hanya suasana kantor yang berbeda menjelang akhir minggu ini. Biasanya tak ada waktu untukku berleha-leha. Sepanjang hari aku disibukan dengan berbagai kegiatan akuntansi dan keuangan. Hanya ada waktu senggang saat istirahat siang pukul 11.30 hingga 13.00. Komputer kantorku pun benar-benar diset secara efektif. Jangankan untuk dapat mengakses internet, aku bahkan tak dapat memasukkan data apa pun ke dalam komputerku. Email pun hanya untuk internal kantor. Terkucil? Sangat… Tapi aku bersyukur karena dengan begitu waktu kerjaku dapat digunakan secara efektif. Tak ada waktu untuk menganggur… hehehe…
Lalu mengapa kali ini aku bisa menulis? Hari Kamis dan Jumat kali ini terasa berbeda. Hampir seluruh karyawan di kantorku pergi ke Bali. Bali???
Iya.. Pulau Dewata nan menawan itu. Gathering kantorku tahun ini…

Dalam Hari-hariku

Dalam hari-hariku, aku belajar… Bahwa tak selamanya mentari bersinar Bahwa tak selamanya burung melayang tinggi Bahwa tak selamanya langit tampak biru
Dalam hari-hariku, aku belajar… Bahwa ada saat langit menjadi gelap Bahwa ada saat hujan mengairi tanah Bahwa ada saat mendung menaungi
Dalam hari-hariku, aku belajar… Tentang senyum dan tawa Tentang kasih dan sayang Tentang ketulusan dan rasa percaya
Dalam hari-hariku, aku belajar… Tentang air mata dan duka Tentang benci dan amarah Tentang penghinaan dan dusta
Dalam hari-hariku, aku belajar… Untuk berbicara dan mendengarkan Untuk menerima dan memberi Untuk ditolong dan menolong
Dalam hari-hariku, aku belajar… Untuk percaya Untuk mengikhlaskan Untuk bersyukur
Dalam hari-hariku, aku belajar… Untuk menikmati indahnya kehidupan ini

Hatimu

Mungkin aku bukan seperti kebanyakan wanita, yang takjub saat sang kekasih muncul di depan rumah mengendarai mobil mengkilat Mungkin aku bukan seperti kebanyakan wanita, yang akan terbelalak bahagia saat sang kekasih menyodorkan hadiah mewah berkilauan Mungkin aku bukan seperti kebanyakan wanita, yang akan luluh hatinya saat sang kekasih membawakan sekuntum mawar putih
Dan tampaknya kamu pun tak seperti kebanyakan pria lain, yang muncul di rumah sang kekasih dengan penampilan wangi dan rapi Kamu tak seperti kebanyakan pria lain, yang selalu menghadiahkan kado mewah untuk sang kekasih Kamu pun tak seperti kebanyakan pria lain, yang sering menyembunyikan sekuntum mawar putih di balik badan
Aku memang tak seperti kebanyakan wanita di luar sana Sama seperti kamu, yang aku temukan berbeda dari pria pada umumnya
Kamu tak datang dengan mobil mewah Kamu tak tampil dengan pakaian bermerek Eropa Kamu tak muncul dengan jenis bunga apa pun di tanganmu Kamu menghampiriku dengan hatimu
Aku tidak jatuh cinta pada par…

Two Things

Two sweetest things I’ve never imagined before: TO LOVE YOU and TO BE LOVED BY YOU
Two greatest things make me so thankful: TO LOVE YOU and TO BE LOVED BY YOU
Two best things I’ll never forget: TO LOVE YOU and TO BE LOVED BY YOU

31

This is a day that the Lord has made… For you and for me. I truly believe that you were put right in my heart It’s all because of His love I never stop giving thanks to Him for He created this love And also for this 31st month!!! Horraaayyyy…. Another number we have… hehehe… He said, “Our love is getting older…” But for me, OUR LOVE IS GETTING STRONGER… It’s a quite long journey for us to share laughs and tears It’s a quite long journey for us to learn how to love each others unselfishly
Thank you, dear For always here in my heart I just can’t let you go Just because of you, I can walk through all bad or good things Just because of you, I can learn what a true love is
Happy 31st Lovely Month, my Larry… Love you more…
:)

Colors in My Life

Pernah menghitung berapa banyak orang yang ada dalam kehidupan kita??? Mungkin mudahnya, bisa dilihat dari jumlah friends di Facebook.. hehehe… Ada yang hanya memiliki teman sekitar 200 tapi ada juga yang jumlah temannya mencapai 4 digit. Ribuan!! Tapi mungkin dari begitu banyak teman, hanya beberapa yang akrab dengan kita atau hanya beberapa yang sering menghabiskan waktu bersama kita. Taruhlah mungkin hanya sekitar 15 sampai 25 orang. Selebihnya.... Kenal sih, tapi yaaaa kenal gitu-gitu ajah... hehehehe…
Pernah mendengar kalimat “People come and go”? Pernah merasa kalimat itu benar adanya dan kita alami sendiri? Aku juga termasuk orang yang merasa seperti itu. Merasa bahwa tak ada yang abadi di dunia ini, termasuk orang-orang yang ada di kehidupan kita. Dalam sekejap kita bisa mengenal banyak orang yang lalu menjadi teman kita. Tapi dalam waktu singkat mungkin saja mereka pergi satu per satu dari kehidupan kita.
Aku terlahir di keluarga kecil dan sederhana. Aku hanya memiliki 1 orang adik la…

Selamat Jalan, Teman...

Ada saat tertawa… Ada saat menangis… Semua adalah rencana dan kehendakNya. Pun saat Dia memanggil rekan kami, Denvi...
Selamat jalan, teman.. Mungkin aku tak sempat mengenalmu lama tapi aku tahu kamu adalah pribadi yang baik. Kami menangis, tapi kami yakin sekarang kamu telah berada di tempat terindah di sisiNya. Kami percaya ini yang terbaik.. karena Dia terlalu mencintaimu.