Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

63

Berada di penghujung tahun 2013, menjadi saat bagi kita semua untuk berefleksi tentang hari-hari yang telah berlalu. Juga bersyukur untuk setiap detil rencana Tuhan yang telah terjadi dalam hidupku. Termasuk bersyukur untuk 63 bulan yang boleh kulalui bersamamu.
This is our last lovely day in 2013. Thank you, dear for always here beside me, creating thousand sweet moments, making million great experiences.. Together with you, I want to spend my whole life.. Together with you, I want to feel this amazing love.. I thank Lord for His unconditional love through you..
HAPPY 63RD LOVELY DAY, DEAR LARRY.. :)

62

Bulan November Artinya 62 bulan kebersamaan kita 62 bulan cerita cinta kita Terimakasih atas manisnya waktu di belakang Terimakasih atas indahnya kisah yang telah kita rangkai Bersamamu, ingin terus kurangkai kisah ini.. Bersamamu, ingin terus kunikmati manisnya cinta ini..

HAPPY 62ND  LOVELY DAY, DEAR LARRY.. :)

Journey to The Center of Brazil (Part Two)

Beberapa teman mulai mempertanyakan, "Gantung banget sih cerita lo!" Atau, "Mana lanjutannya? Gua nungguin ni.."
Mohon maaf karena jeda yang cukup lama dari Part One ke tulisan ini.. :D
Seperti biasa aku sok sibuk, banyak kegiatan yang membuat aku pulang larut malam hampir setiap harinya. Jadi lanjutan cerita ini agak terbengkalai. Tapi sejujurnya aku tahu aku punya utang. Dan seperti janjiku, aku pasti akan menyelesaikan cerita ini. Bukan hanya karena aku telah berjanji, tapi karena aku sangat menikmati berkisah tentang Brazil.
So, happy reading, friends.. :)


Beberapa hari di Rio de Janeiro membuatku semakin menikmati kota ini. Kota yang kata orang memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Kota yang kata orang sangat kacau atau berbagai cerita negatif lainnya. Tapi bagiku, kota ini indah dan aku sangat menikmatinya. Hari-hari awal di Rio diisi dengan rintikan hujan tanpa henti seharian penuh. Hal tersebut membuat udara semakin dingin, jalanan becek, dan kami harus sel…

61

Waktu terasa berlari secepat angin tapi itu tetap membuatku bersyukur. Bersyukur atas segala hal, termasuk keberadaanmu di sampingku. 61 bulan, yang boleh kita lalui bersama, menjadi salah satu hal yang membuatku tak henti bersyukur. Saat aku boleh tertawa lepas karenamu. Saat aku boleh merasa sangat nyaman bersamamu. Saat aku boleh marah kepadamu. Saat aku boleh merasa sedih ataupun kecewa. Semua itu yang selalu aku syukuri. Semanis atau sepahit apapun rasa itu, aku selalu menikmatinya. Menikmati anugerah terbaik dalam hidupku. Menikmati kebersamaan yang akan selalu menjadi kenangan manis. Menikmati waktu yang teramat berharga. Terimakasih, cinta.. untuk 61 bulan yang penuh dengan suka duka. Terimakasih, Cinta.. untuk 61 bulan yang penuh dengan penyertaan dan berkatMu.
HAPPY 61ST LOVELY DAY, DEAR LARRY..
Love you more :)

60

Ada sebuah rasa yang tak terucap saat berdiri di momen ini. Rasa yang luar biasa merajai hatiku, yang bahkan tak cukup tergambarkan oleh kata-kataku. Begitu kuatnya perasaanku kali ini. Begitu banyak yang ingin kuungkapkan.
7 September 2008 yang dipilihnya. Masih lekat dalam benakku apa yang dia katakan saat itu. Dan hari ini, tepat 60 bulan setelahnya, dia masih memegang erat kata-katanya. Janjinya bukan janji manis. Kata-katanya bukan impian belaka. Saat itu, entah apa yang membuatku menjawab ‘iya’, padahal seperti masih banyak keraguan dalam hatiku. Dan hari ini, lima tahun setelah itu, semua raguku hilang, berubah menjadi keyakinan besar.
60 bulan bukan sekejap mata. Jatuh dan bangun Senyum dan airmata Tawa dan amarah Rindu dan benci Suka dan duka Dan berjuta rasa lainnya..
60 bulan rasanya masih terlalu singkat. Untuk terus mengenalnya Untuk terus memahaminya Untuk terus mengasihinya Untuk terus mencintainya Untuk terus mendampinginya..
60 bulan tak membuatku puas 60 bulan tak membuatku berhenti 60 bulan …

Journey to The Center of Brazil (Part One)

Sao Paulo.. yang telah memberiku berjuta kehangatan. Sao Paulo.. yang telah menunjukkan kepadaku tentang arti sebuah ketulusan. Sao Paulo.. yang indah. Sao Paulo.. yang akan selalu hidup di dalam hatiku.. Beberapa hari yang indah, yang membuatku memohon agar aku bisa terus merasakan hangatnya pelukan itu. Tapi waktu yang memutuskan. Dengan bercucuran airmata, kulambaikan tangan tetap dengan harapan untuk bisa berjumpa di lain waktu.
Bertolak dari kota penuh kasih, Diadema, ini kisahku di ibukota Brazil.

Di penghujung hari istimewaku, harus kulakukan satu hal yang kubenci: saying goodbye. Waktuku untuk Sao Paulo telah habis. Ibaratnya, aku telah menikmati surga penuh kenikmatan dan sekarang aku harus menuju dunia nyata: Rio de Janeiro. Ada sedikit kekhawatiran juga rasa penasaran tentang kota ini. Berkali-kali Papa Valdir mengingatkanku untuk selalu berhati-hati dengan tas, dompet, dan semua barang bawaanku. Kesan yang kutangkap, Rio adalah ibukota yang sangat tidak aman dan menyeramkan. Kura…