D U A P U L U H L I M A

Menurutku pribadi…
Hidup bukanlah tentang menghitung dan meratapi masalah yang datang silih berganti.
Tapi tentang mengucap syukur atas segala yang ada.

Menurutku pribadi…
Hidup bukanlah tentang berapa banyak materi yang kumiliki selama hidup.
Tapi tentang bagaimana aku mengisi hidupku dengan hal yang indah dan berguna.


Dan di usiaku yang bertambah, aku belajar dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Meninggalkan banyak hal di masa lalu yang kusadari sebagai kesalahan.
Memulai banyak hal dengan berani karena kutahu ada Dia yang menyertai langkahku.

Let me shout it loud first…

HAPPY 25TH BIRTHDAY, VEEEEELLLLLL!!!!

From ME… To ME…
^^

D U A P U L U H L I M A

Aku pernah berkata, “Life begins at 25..”
Setelah mengalami sendiri, aku sedikit ragu apakah benar hidupku lebih berarti setelah memasuki angka 25… Rasanya di usiaku yang menua ini rasanya aku belum berhasil mencapai apa pun. Hidupku masih gini gini ajah… Sedangkan kalau melihat sekeliling, banyak teman seumurku telah keliling dunia, memiliki tabungan berlimpah, sudah menikah dan menggendong anak… (yang terakhir sih keinginan dari hati terdalam… hahahaha…)
Sering aku berpikir, ‘Apa gue harusnya uda kawin dan ngurusin suami yah??’
Sering juga aku berpikir, ‘Umur uda seperempat abad, tapi kelakuan masih bocah.’
Huufffhhhh… Stres rasanya bila otakku mulai memikirkan hal-hal seperti itu.
Dalam perenungan aku coba menerima apa yang ada padaku sekarang. Kusadari bahwa ternyata hidupku diberkati luar biasa. Harusnya tak ada istilah ‘gini gini ajah’. Toh kesuksesan atau kebahagiaan tak semata diukur melalui jenis mobil yang dimiliki, merek tas yang dijinjing, atau tipe suami yang digandeng.. ;P

Bahagia, bagiku, adalah saat aku mampu mengucap syukur atas setiap detil yang ada di hidupku.
Bahagia adalah saat aku mampu bersyukur di tengah keadaan yang tak mengenakkan.
Bahagia adalah saat aku mampu bersyukur atas cinta yang hadir.
Lalu bila ditanya apakah aku bahagia saat memasuki usia 25? Aku akan menjawab, “IYA”
Setidaknya aku mampu mengucap syukur dan aku mampu merasakan cinta dalam hidupku.. hehehe…

Kalau banyak orang protes bila hari ulangtahunnya tak jatuh di hari Sabtu atau Minggu, aku sebaliknya.
Aku malah amat bersyukur tahun ini tanggal keramatku jatuh di hari Kamis. Aku jadi punya banyak waktu untuk merayakan ulangtahunku. Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Lebih dari 3 hari 3 malam… hahahahaha….

Tepat di hari lahirku, aku memperoleh surprise dari teman-teman kantor. Sebuah kado yang kuidamkan.. Thanks, friends.. :)
Malamnya kupakai untuk berbagi kebahagiaan bersama papi, mami, Verby, dan Larry…
The most precious people in my life..
We’re having a dinner..
And I got a precious gift from my lovely one.. :)
Keesokan harinya, kuajak teman-teman timku di kantor beserta bos untuk bertandang ke rumahku. Menikmati santap siang sederhana tapi mengenyangkan.. hehehehe…

Hari Minggu menjadi hari yang paling kunantikan…
Cukup lama kupersiapkan hari ini karena ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahun jauh dari kemewahan.
Aku dan beberapa teman memang telah merencanakan untuk mengadakan kunjungan ke panti asuhan. Niat kami sederhana, ingin berbagi kasih karena kami sadar selama ini kami telah terlalu banyak mengecap berkat.
Setelah melalui persiapan sekitar 1 bulan, akhirnya Minggu, 24 Juli 2011 kami berkunjung ke panti asuhan di daerah Bumi Serpong Damai.
Panti asuhan ini mengasuh sekitar 60 balita dan 30 bayi.
Ini memang bukan kali pertama aku menginjakkan kakiku di sana. Kebetulan tanteku memang salah seorang pengurus pantinya. Jadi panti ini tak asing bagiku.
Tapi merayakan ulangtahun dan berbagi kasih di sana, memang inilah pertama kalinya.

Aku tiba pukul 09.30 pagi. Acara memang dimulai pukul 10.00. Kami diberi waktu hingga pukul 11.30 untuk mengajak anak-anak bernyanyi, bermain.
Kurasakan suasana tak biasa saat memasuki pintu panti.
Memang asri dan nyaman. Tapi aku tak bisa menghilangkan rasa tak biasa saat berkunjung ke panti ini.
Aku pun menghampiri setiap ruangan. Melalui kaca aku bisa melihat ke dalam kamar. Begitu banyak balita yang berada di dalamnya.
Lugu, tak berdosa
Ada yang tersenyum, berguling di kasur, berlarian dengan temannya.
Ada pula yang menangis atau duduk diam.
Sebagian lagi menempelkan wajahnya di balik kaca. Kuajak mereka bercanda dari luar kaca. Kupasang senyum termanisku agar mereka terhibur dan senang.
Masih di balik kaca kutempelkan tanganku dan tangan mereka. Aku bergumam dalam hati, ‘Tuhan, aku terlalu beruntung bisa menikmati berkat melimpah dariMu.’

Saat acara akan dimulai, mereka dikeluarkan dari kamar. Dengan kaos seragam mereka berhamburan dari pintu. Ada yang menangis tersedu-sedu lalu langsung menghampiriku sambil membuka tangannya lebar-lebar sebagai tanda ingin digendong. Kuangkat tubuh mungilnya lalu kupeluk. Tak jelas apa yang membuatnya tersedu. Tapi aku coba merasakan, mungkin dia merindukan sosok dewasa yang penuh kasih, yang bisa memeluknya setiap saat.
Kualihkan pandanganku ke Larry dan teman-teman yang lain. Keadaan yang tak jauh berbeda. Dalam sekejap teman-temanku telah menggendong anak mungil. Bahkan kuperhatikan, anak-anak tersebut memilih tetap berada dalam gendongan ketimbang turun dan bermain bersama teman-temannya.
Ah.. Mereka begitu merindukan kasih sayang…

Aku dan teman-teman pun mulai bernyanyi, bertepuk tangan, dan tertawa.
Pusing? Pastinya!
Sebelumnya kami tak pernah menghadapi balita begitu banyaknya.
Kewalahan? Sangat!
Bahkan aku dan teman-teman merasa jam dinding seakan tak bergerak. Waktu menjadi lambat.
Anak-anak itu hanya bertahan di 15 menit pertama. Selebihnya, mereka berlarian ke sana ke mari dan mulai bosan.
Tapi kami berusaha untuk terus mengajak mereka bermain dan bernyanyi.
Dan terbukti saat Larry bercerita tentang dongeng 3 Babi dan Serigala, mereka semua bisa duduk tenang dan mendengarkan dengan seksama. Senangnyaaa... :)

Saatnya merayakan ulangtahunku. Senangnya, aku tak sendirian. Ada beberapa anak panti yang juga berulangtahun di bulan Juli. Bersama kami bernyanyi ‘Happy Birthday’ dan meniup lilin. Lalu membagikan cupcake ke setiap anak.
Rasanyaaaa… Bahagia…
Melebihi rasa bahagia merayakan ulang tahun di restoran mewah dengan kado melimpah.
Luar biasa saat menatap mata bening mereka, juga saat meletakan cupcake kecil di tangan mungil mereka.
Ada rasa yang meluap dalam hatiku.
Terima kasih, Tuhan untuk hari yang luar biasa ini.
Engkau menunjukkan padaku tentang bagaimana bersyukur.
Juga tentang membuka tangan dan berbagi…
This is my unforgettable birthday!

Perayaan ulangtahunku masih ada satu. Makan sore bersama sahabat terbaikku. Bersama orang yang kusayangi. Lengkap dengan kejutan kue tart dan kadonya.. Makasih yaaa, temaann… ^^

Di hariku tahun ini, aku bersyukur karena diberi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga, pacar, sahabat, teman. Dan terlebih dengan sahabat-sahabat kecil yang menggemaskan.

Thanks, to all of you..
For making my life so colorful…
These days will be in my mind forever... :)

My 25th Birthday Cakes.. :)

So Precious.. ^^

Comments

Popular Posts